Berikut ini adalah pengalaman saya dalam praktik memberikan AI sebuah file berisi kode php dan html termasuk java script, agar di analisa agar AI dapat memberikan susunan kode yang lebih baik sesuai dengan standar website modern
Bagi AI (LLM), kompleksitas kode jauh lebih “berat” dibanding sekadar jumlah baris (line). Namun, kombinasi keduanya adalah yang paling menantang.
Di bawah ini saya jelaskan dengan kerangka yang lebih teknis dan jujur
1. Jumlah Line Banyak: Masalah Utama = Context Window
Apa yang terjadi di AI?
AI bekerja dengan token, bukan “line code”.
- 1 baris pendek ≠ 1 token
- 1 baris panjang (HTML + inline CSS + JS) bisa puluhan token
Masalah utama jika line sangat banyak:
- Bisa melewati context window
- AI kehilangan awal kode saat membaca bagian akhir
- Relasi antar file / antar fungsi terpotong
Contoh:
- 2.000 baris HTML statis → masih relatif aman
- 1.500 baris PHP + HTML campur + logic bercabang → mulai riskan
➡️ Jumlah line bukan sulit secara “logika”, tapi sulit secara “kapasitas memori sementara”.
2. Kompleksitas Kode: Masalah Utama = Reasoning Load
Ini jauh lebih berat bagi AI.
Yang membuat kode kompleks bagi AI:
- Banyak state (session, auth, role, permission)
- Logic bercabang dalam (nested if, switch, ternary)
- Dependensi implisit (global variable, include file)
- Kode tidak deterministik (bergantung input user, waktu, session)
- Mixing concern: (HTML + PHP + JS + SQL dalam satu file)
Contoh yang berat walaupun pendek:
Barisnya sedikit, tapi:
- Ada state
- Ada security context
- Ada side effect
➡️ AI lebih mudah salah tafsir di sini dibanding file HTML 3.000 baris.
3. Perbandingan Langsung (Ringkas)
| Faktor | Dampak ke AI |
|---|---|
| Banyak line tapi statis | ⚠️ Risiko context limit |
| Sedikit line tapi logic rumit | ❌ Risiko reasoning error |
| Banyak line + kompleks | 💀 Paling berat |
| Kode modular & rapi | ✅ Paling aman |
4. Mengubah .php / .html ke .txt → Apakah Berpengaruh?
Jawaban jujurnya:
Hampir tidak berpengaruh ke kemampuan AI memahami kode.
AI:
- Tidak “mengeksekusi” file
- Tidak peduli ekstensi
- Hanya membaca teks
Yang penting justru:
- Struktur
- Penamaan variabel
- Komentar
- Konsistensi
Langkah Untuk mengubah ke .txt benar secara praktis untuk upload, tapi tidak meningkatkan / menurunkan pemahaman AI secara teknis.
5. Cara “Mengakali” AI agar Lebih Akurat (Advanced Tip)
Strategi terbaik:
1. Pisahkan konteksBerikan AI Struktur folder, Tujuan file dan Alur besar
Header / logic utama dulu
Baru view / HTML
❌ “Periksa semua kode ini”
✅ “Apakah ada logical flaw di proses login?”
AI sangat kuat di local reasoning, tapi lemah di global implicit assumption.
6. Kesimpulan
Kompleksitas kode adalah musuh utama AI, bukan jumlah baris.
- Banyak line → masalah kapasitas
- Kompleksitas → masalah pemahaman
- Kode rapi + modular → AI jauh lebih akurat
Anggap ini sebagai cheat sheet saat Anda meng-upload kode PHP / HTML ke AI LLM.
1. Data / Keterangan Tambahan yang WAJIB Diberikan ke AI
AI tidak punya konteks implisit seperti manusia. Jadi sebelum (atau saat) upload kode, berikan konteks minimal tapi krusial berikut.
A. Tujuan File (INI PALING PENTING)
Satu–dua kalimat saja.
Contoh:
File ini berfungsi sebagai halaman login user menggunakan PHP native dan MySQL.
Tanpa ini, AI sering:
- Salah fokus
- Mengira file ini berdiri sendiri
- Salah menilai “bug vs feature”
B. Posisi File dalam Project
AI perlu tahu peran file, bukan cuma isinya.
Contoh:
- Entry point
- View only
- Logic backend
- Partial / include
Contoh kalimat:
File ini dipanggil dari
index.phpdan hanya berisi logic autentikasi, tanpa tampilan HTML.
C. Lingkungan Eksekusi (Execution Context)
Tidak perlu panjang, cukup yang berdampak ke logic.
Checklist cepat:
- PHP version (misal: PHP 8.2)
- Database (MySQL / MariaDB / SQLite)
- Web server (Apache + cPanel, Nginx, dll)
- Apakah pakai session, cookie, atau keduanya
Contoh:
Environment: PHP 8.2, MySQL, shared hosting cPanel, session aktif.
D. Batasan & Asumsi
Ini sangat membantu AI menghindari asumsi liar.
Contoh:
- Tidak pakai framework
- Tidak pakai ORM
- Fokus keamanan dasar, bukan enterprise
Contoh kalimat:
Project ini PHP native, tidak menggunakan framework atau library eksternal.
E. Apa yang TIDAK Perlu Dianalisis
Ini sering dilupakan, tapi penting.
Contoh:
Abaikan tampilan HTML/CSS, fokus hanya ke logic PHP dan security.
🔑 Ringkasannya:
Tujuan – Peran – Environment – Batasan – Fokus
Kalau 5 ini ada, akurasi AI naik drastis.
2. Bentuk Prompt yang BENAR agar Analisis Akurat
❌ Prompt yang Buruk (umum terjadi)
Tolong analisa kode ini.
Masalah:
- Terlalu umum
- AI bebas menebak tujuan
- Output panjang tapi dangkal
Prompt yang Baik (Template Praktis)
Template Umum (SALIN & PAKAI)
Contoh Nyata (PHP Login)
➡️ Dengan prompt seperti ini, AI langsung masuk ke mode “auditor”, bukan “penjelas umum”.
Tips Prompt Tingkat Lanjut
-
Gunakan kata:
“anggap”
“jangan asumsikan”
“fokus hanya pada” -
Ini mengunci scope AI
Contoh:
Anggap semua koneksi database sudah benar, fokus hanya pada flow autentikasi.
3. Upload Banyak File (Bertahap) dalam Satu Thread
Ini krusial, dan sering jadi sumber kekacauan analisis.
A. Deklarasi Project di Awal (WAJIB)
Sebelum upload file pertama, buat deklarasi project.
Contoh:
⚠️ Ini seperti “mount project” di kepala AI.
B. Setiap Upload File → Beri Label
JANGAN langsung paste kode tanpa keterangan.
Contoh Format Ideal:
Lalu baru tempel kodenya.
C. Saat Upload File Berikutnya
Tegaskan relasi antar file.
Contoh:
D. Jika Waktu Upload Berjeda Lama
AI bisa mulai “lupa detail”.
Solusi:
-
Buat rekap singkat sebelum lanjut.
Contoh:
E. Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
❌ “Ini file selanjutnya ya”
❌ Upload tanpa path
❌ Tidak menjelaskan dependensi
❌ Mengubah tujuan di tengah tanpa bilang
4. Mental Model yang BENAR saat Pakai AI (Penting)
Ini selaras dengan pemikiran Anda sebelumnya:
AI bukan compiler, bukan runtime, dan bukan project manager.
Sifat Dasar AI LLM adalah:
- Kuat di analisis lokal
- Lemah di asumsi implisit
- Sangat patuh pada prompt
Jika Anda:
- Memberi struktur → AI akurat
- Melempar kode mentah → AI menebak
5. Ringkasan
Agar AI akurat saat analisis kode:
- Selalu jelaskan tujuan file
- Kunci scope analisis di prompt
- Deklarasikan project di awal
- Label setiap file yang diupload
- Rekap jika upload bertahap
