Kamis, 22 Januari 2026

Analisis kode php dan html oleh AI


Berikut ini adalah pengalaman saya dalam praktik memberikan AI sebuah file berisi kode php dan html termasuk java script, agar di analisa agar AI dapat memberikan susunan kode yang lebih baik sesuai dengan standar website modern
Bagi AI (LLM), kompleksitas kode jauh lebih “berat” dibanding sekadar jumlah baris (line). Namun, kombinasi keduanya adalah yang paling menantang.

Di bawah ini saya jelaskan dengan kerangka yang lebih teknis dan jujur

1. Jumlah Line Banyak: Masalah Utama = Context Window

Apa yang terjadi di AI?

AI bekerja dengan token, bukan “line code”.

  • 1 baris pendek ≠ 1 token
  • 1 baris panjang (HTML + inline CSS + JS) bisa puluhan token

Masalah utama jika line sangat banyak:

  • Bisa melewati context window
  • AI kehilangan awal kode saat membaca bagian akhir
  • Relasi antar file / antar fungsi terpotong

Contoh:

  • 2.000 baris HTML statis → masih relatif aman
  • 1.500 baris PHP + HTML campur + logic bercabang → mulai riskan

➡️ Jumlah line bukan sulit secara “logika”, tapi sulit secara “kapasitas memori sementara”.


2. Kompleksitas Kode: Masalah Utama = Reasoning Load

Ini jauh lebih berat bagi AI.

Yang membuat kode kompleks bagi AI:

  • Banyak state (session, auth, role, permission)
  • Logic bercabang dalam (nested if, switch, ternary)
  • Dependensi implisit (global variable, include file)
  • Kode tidak deterministik (bergantung input user, waktu, session)
  • Mixing concern: (HTML + PHP + JS + SQL dalam satu file)

Contoh yang berat walaupun pendek:

if ($user && $user['role'] === 'admin') { if (!isset($_SESSION['csrf']) || $_POST['csrf'] !== $_SESSION['csrf']) { logAttempt($user['id'], time()); redirect(); } }

Barisnya sedikit, tapi:

  • Ada state
  • Ada security context
  • Ada side effect

➡️ AI lebih mudah salah tafsir di sini dibanding file HTML 3.000 baris.


3. Perbandingan Langsung (Ringkas)

FaktorDampak ke AI
Banyak line tapi statis⚠️ Risiko context limit
Sedikit line tapi logic rumit❌ Risiko reasoning error
Banyak line + kompleks💀 Paling berat
Kode modular & rapi✅ Paling aman

4. Mengubah .php / .html ke .txt → Apakah Berpengaruh?

Jawaban jujurnya:

Hampir tidak berpengaruh ke kemampuan AI memahami kode.

AI:

  • Tidak “mengeksekusi” file
  • Tidak peduli ekstensi
  • Hanya membaca teks

Yang penting justru:

  • Struktur
  • Penamaan variabel
  • Komentar
  • Konsistensi

Langkah Untuk mengubah ke .txt benar secara praktis untuk upload, tapi tidak meningkatkan / menurunkan pemahaman AI secara teknis.


5. Cara “Mengakali” AI agar Lebih Akurat (Advanced Tip)

Strategi terbaik:

1. Pisahkan konteks
    Berikan AI Struktur folder, Tujuan file dan Alur besar

2. Kirim kode bertahap
    Header / logic utama dulu
    Baru view / HTML

3. Tanya spesifik
    ❌ “Periksa semua kode ini”
    ✅ “Apakah ada logical flaw di proses login?”

AI sangat kuat di local reasoning, tapi lemah di global implicit assumption.


6. Kesimpulan

Kompleksitas kode adalah musuh utama AI, bukan jumlah baris.

  • Banyak line → masalah kapasitas
  • Kompleksitas → masalah pemahaman
  • Kode rapi + modular → AI jauh lebih akurat

Anggap ini sebagai cheat sheet saat Anda meng-upload kode PHP / HTML ke AI LLM.


1. Data / Keterangan Tambahan yang WAJIB Diberikan ke AI

AI tidak punya konteks implisit seperti manusia. Jadi sebelum (atau saat) upload kode, berikan konteks minimal tapi krusial berikut.

A. Tujuan File (INI PALING PENTING)

Satu–dua kalimat saja.

Contoh:

File ini berfungsi sebagai halaman login user menggunakan PHP native dan MySQL.

Tanpa ini, AI sering:

  • Salah fokus
  • Mengira file ini berdiri sendiri
  • Salah menilai “bug vs feature”

B. Posisi File dalam Project

AI perlu tahu peran file, bukan cuma isinya.

Contoh:

  • Entry point
  • View only
  • Logic backend
  • Partial / include

Contoh kalimat:

File ini dipanggil dari index.php dan hanya berisi logic autentikasi, tanpa tampilan HTML.


C. Lingkungan Eksekusi (Execution Context)

Tidak perlu panjang, cukup yang berdampak ke logic.

Checklist cepat:

  • PHP version (misal: PHP 8.2)
  • Database (MySQL / MariaDB / SQLite)
  • Web server (Apache + cPanel, Nginx, dll)
  • Apakah pakai session, cookie, atau keduanya

Contoh:

Environment: PHP 8.2, MySQL, shared hosting cPanel, session aktif.


D. Batasan & Asumsi

Ini sangat membantu AI menghindari asumsi liar.

Contoh:

  • Tidak pakai framework
  • Tidak pakai ORM
  • Fokus keamanan dasar, bukan enterprise

Contoh kalimat:

Project ini PHP native, tidak menggunakan framework atau library eksternal.


E. Apa yang TIDAK Perlu Dianalisis

Ini sering dilupakan, tapi penting.

Contoh:

Abaikan tampilan HTML/CSS, fokus hanya ke logic PHP dan security.


🔑 Ringkasannya:

Tujuan – Peran – Environment – Batasan – Fokus

Kalau 5 ini ada, akurasi AI naik drastis.


2. Bentuk Prompt yang BENAR agar Analisis Akurat

❌ Prompt yang Buruk (umum terjadi)

Tolong analisa kode ini.

Masalah:

  • Terlalu umum
  • AI bebas menebak tujuan
  • Output panjang tapi dangkal

Prompt yang Baik (Template Praktis)

Template Umum (SALIN & PAKAI)

Saya akan mengupload sebuah file PHP/HTML. Tujuan file: [jelaskan singkat] Peran file dalam project: [jelaskan] Environment: [PHP version, DB, server] Batasan: [misal: PHP native, tanpa framework] Fokus analisis: [misal: security, logical flow, bug, best practice] Mohon jangan mengasumsikan file ini berdiri sendiri.

Contoh Nyata (PHP Login)

Saya akan mengupload file PHP. Tujuan: Proses login user menggunakan email dan password. Peran: File backend, dipanggil dari form login HTML. Environment: PHP 8.2, MySQL, shared hosting cPanel. Batasan: PHP native, tanpa framework. Fokus: - Keamanan login - Validasi input - Potensi logical flaw

➡️ Dengan prompt seperti ini, AI langsung masuk ke mode “auditor”, bukan “penjelas umum”.


Tips Prompt Tingkat Lanjut

  • Gunakan kata:

    “anggap”
    “jangan asumsikan”
    “fokus hanya pada”
  • Ini mengunci scope AI

Contoh:

Anggap semua koneksi database sudah benar, fokus hanya pada flow autentikasi.


3. Upload Banyak File (Bertahap) dalam Satu Thread

Ini krusial, dan sering jadi sumber kekacauan analisis.

A. Deklarasi Project di Awal (WAJIB)

Sebelum upload file pertama, buat deklarasi project.

Contoh:

Kita sedang membahas SATU PROJECT. Nama project: PHP Login System Teknologi: PHP native + MySQL Arsitektur: sederhana (procedural) Saya akan mengupload beberapa file secara bertahap. Mohon anggap semua file saling terhubung dalam satu project.

⚠️ Ini seperti “mount project” di kepala AI.


B. Setiap Upload File → Beri Label

JANGAN langsung paste kode tanpa keterangan.

Contoh Format Ideal:

FILE: /auth/login.php FUNGSI: Memproses login user dan membuat session. DEPENDENSI: - include db.php - session_start()

Lalu baru tempel kodenya.


C. Saat Upload File Berikutnya

Tegaskan relasi antar file.

Contoh:

Ini adalah file kedua. FILE: /config/db.php File ini digunakan oleh login.php dan file lain. Tidak ada output HTML.

D. Jika Waktu Upload Berjeda Lama

AI bisa mulai “lupa detail”.

Solusi:

  • Buat rekap singkat sebelum lanjut.

Contoh:

Rekap singkat: - login.php = proses autentikasi - db.php = koneksi database Berikut file selanjutnya:

E. Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari

❌ “Ini file selanjutnya ya”
❌ Upload tanpa path
❌ Tidak menjelaskan dependensi
❌ Mengubah tujuan di tengah tanpa bilang


4. Mental Model yang BENAR saat Pakai AI (Penting)

Ini selaras dengan pemikiran Anda sebelumnya:

AI bukan compiler, bukan runtime, dan bukan project manager.

Sifat Dasar AI LLM adalah:

  • Kuat di analisis lokal
  • Lemah di asumsi implisit
  • Sangat patuh pada prompt

Jika Anda:

  • Memberi struktur → AI akurat
  • Melempar kode mentah → AI menebak

5. Ringkasan

Agar AI akurat saat analisis kode:

  1. Selalu jelaskan tujuan file
  2. Kunci scope analisis di prompt
  3. Deklarasikan project di awal
  4. Label setiap file yang diupload
  5. Rekap jika upload bertahap

Memahami Propagasi DNS

Keluarga Ubuntu

Perbedaan Sistem File Linux dan Windows

CGNAT ( Carrier Grade NAT)

Ask Gemini - Youtube

File Inti Web PHP