Kamis, 20 November 2025

File Inti pada Website PHP

Anatomi File Inti dalam Pembangunan Website Berbasis PHP

credit: interviewbit.com

Dalam pengembangan website berbasis PHP, terdapat pola penamaan dan pengelompokan file yang secara tidak resmi telah menjadi standar karena fungsinya yang sangat krusial. Meskipun tidak diatur secara baku oleh PHP itu sendiri, praktik ini lahir dari kebutuhan akan keteraturan, keamanan, dan kemudahan pemeliharaan kode.

PHP berperan sebagai mesin di balik layar (backend engine) yang bertugas mengolah logika aplikasi, memproses data, berkomunikasi dengan database, serta menyiapkan konten sebelum akhirnya dikirim dan ditampilkan kepada pengguna melalui browser.

Berikut adalah jenis-jenis file yang paling umum digunakan dalam website berbasis PHP, beserta fungsi dan perannya dalam membangun anatomi sebuah website.


File PHP (The Engine)

File-file PHP merupakan inti dari sebuah website dinamis. Di sinilah seluruh logika bisnis, pengolahan data, dan interaksi sistem terjadi.

1. File Struktur Utama

index.php
Merupakan pintu masuk utama (entry point) sebuah website. Ketika seseorang mengakses sebuah domain atau folder tanpa menyebutkan nama file, web server secara default akan mencari dan menjalankan file ini terlebih dahulu. Hampir semua framework modern menggunakan konsep ini sebagai pusat kendali aplikasi.

config.php atau db.php
File ini berisi konfigurasi penting, terutama kredensial koneksi ke database seperti nama host, nama database, username, dan password. Pemisahan konfigurasi ke dalam file khusus bertujuan agar pengaturan mudah dikelola dan tidak tersebar di banyak file.

functions.php
Berisi kumpulan fungsi buatan sendiri (custom functions) yang digunakan berulang kali di berbagai bagian website. Tujuannya adalah menjaga kode tetap rapi, modular, dan menghindari pengulangan (redundant code).


2. File Autentikasi & Keamanan

Kelompok file ini berfokus pada pengelolaan identitas pengguna dan kontrol akses.

auth.php
Biasanya berisi logika untuk memeriksa status autentikasi pengguna, misalnya mengecek apakah session login masih aktif. Jika pengguna belum terautentikasi, file ini akan mengalihkan (redirect) pengguna ke halaman login.

login.php dan logout.php
login.php menangani proses autentikasi, seperti validasi username dan password.
logout.php bertugas menghancurkan session atau token autentikasi agar pengguna keluar dari sistem dengan aman.

register.php
Digunakan untuk menangani proses pendaftaran pengguna baru, termasuk validasi data dan penyimpanan ke dalam database.


3. File Operasi Data (CRUD)

CRUD merupakan singkatan dari Create, Read, Update, Delete, yaitu empat operasi dasar dalam pengelolaan data.

view.php
Berfungsi untuk menampilkan data tertentu dari database, misalnya menampilkan satu artikel lengkap berdasarkan ID atau slug tertentu.

process.php
Biasanya tidak diakses langsung oleh pengguna. File ini bertugas memproses data dari form (POST/GET), seperti mengirim komentar, memperbarui profil, atau menyimpan data, lalu mengarahkan pengguna kembali ke halaman yang sesuai.

delete.php
Menangani proses penghapusan data, baik secara permanen (hard delete) maupun sementara (soft delete), tergantung pada desain sistem.


4. File Inti PHP

File-file ini berfungsi sebagai fondasi awal sebelum halaman lain dijalankan.

init.php atau bootstrap.php
Bertugas menyiapkan lingkungan aplikasi, seperti:

  • Memulai session

  • Memanggil file konfigurasi

  • Mengaktifkan autoloading library

  • Menyetel timezone atau error reporting

File ini biasanya dipanggil paling awal dalam alur eksekusi aplikasi.

api.php
Digunakan ketika website perlu berkomunikasi dengan aplikasi lain, seperti aplikasi mobile atau layanan pihak ketiga. File ini umumnya tidak mengembalikan HTML, melainkan data dalam format JSON atau XML.

error.php atau 404.php
Menangani tampilan kesalahan, seperti halaman tidak ditemukan atau error sistem, agar pengunjung tidak melihat halaman kosong (white screen of death).


5. File Template (Modular)

File template bertujuan untuk memisahkan tampilan dari logika.

header.php dan footer.php
Berisi bagian atas dan bawah halaman website, seperti menu navigasi, logo, footer, dan script umum. Dengan pendekatan ini, perubahan desain cukup dilakukan di satu tempat tanpa harus mengedit banyak file.


File Pengatur Server & Navigasi (The Traffic Controller)

Di sinilah peran penting file .htaccess. Hubungan antara file PHP dan .htaccess sangat erat, terutama dalam aspek keamanan, pengaturan akses, dan estetika URL.

Jika PHP diibaratkan sebagai mesin pengolah, maka .htaccess adalah pengatur lalu lintas sekaligus penjaga gerbang pada server Apache.

Keterkaitan Utama PHP dan .htaccess

URL Rewriting (Pretty URL)
Secara teknis, sebuah halaman mungkin diakses melalui blog.php?id=123. Dengan aturan .htaccess, URL tersebut dapat diubah menjadi website.com/judul-artikel. Pengguna melihat URL yang rapi, sementara server tetap menjalankan file PHP yang sesuai.

Keamanan (Access Control)
.htaccess dapat digunakan untuk memblokir akses langsung ke file sensitif seperti config.php atau .env. Tanpa perlindungan ini, file konfigurasi berpotensi diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Penentuan File Utama
Server dapat diatur agar menggunakan file selain index.php sebagai halaman utama.

Menghilangkan Ekstensi File
Banyak website modern menyembunyikan ekstensi .php, sehingga pengguna cukup mengakses website.com/about tanpa mengetahui struktur file sebenarnya.

Kesimpulan Sementara
PHP menangani logika dan konten, sedangkan .htaccess mengatur bagaimana logika tersebut dapat diakses dari luar.


Kaitan Erat .htaccess & PHP

Bayangkan .htaccess sebagai resepsionis. Setiap permintaan pengunjung akan diperiksa dan diarahkan terlebih dahulu sebelum mencapai file PHP.

Beberapa peran pentingnya:

  • Routing: Mengarahkan semua permintaan ke index.php (konsep Front Controller seperti pada Laravel dan CodeIgniter).

  • Force HTTPS: Memastikan koneksi aman sebelum PHP dijalankan.

  • PHP Flags: Mengatur limit memori atau ukuran upload PHP langsung dari level server.


The Hidden Essentials

Dalam website profesional, terdapat beberapa file penting yang sering diabaikan oleh pemula, padahal perannya sangat vital.

A. File Metadata & Robot

robots.txt
Berisi instruksi untuk mesin pencari mengenai halaman atau folder mana yang boleh dan tidak boleh diindeks.

sitemap.xml
Merupakan peta struktur website yang membantu mesin pencari memahami keseluruhan konten agar proses indeksasi lebih optimal.


B. File Asset & Manifest

favicon.ico
Ikon kecil yang muncul di tab browser. Tanpanya, server akan terus mencatat permintaan file yang tidak ditemukan (404) di latar belakang.

manifest.json
Digunakan pada website modern (Progressive Web App / PWA) agar website dapat diinstal di perangkat seperti aplikasi native.


C. File Dependensi (The Backbone)

composer.json
Merupakan daftar dependensi PHP. File ini mencatat library pihak ketiga apa saja yang dibutuhkan aplikasi dan memungkinkan instalasi otomatis melalui Composer.

.env
File environment yang menyimpan data sensitif seperti password database dan API key. File ini tidak seharusnya diakses publik atau disertakan ke dalam repository.


credit: bytebytego.com

Visualisasi Anatomi Folder Website

Secara umum, file-file di atas disusun secara terstruktur di dalam server agar mudah dipahami, diamankan, dan dikembangkan.


Ringkasan Tabel Fungsi

Jenis FileFungsi UtamaKategori
.phpLogika bisnis, pengolahan database, dan konten dinamisBackend
.htaccessKeamanan, pengaturan URL, dan aturan serverServer Config
.envMenyimpan data sensitif lingkunganSecurity
robots.txtMengatur cara mesin pencari mengindeks websiteSEO
composer.jsonMengelola library dan dependensi PHPDependency

Memahami Propagasi DNS

Keluarga Ubuntu

Perbedaan Sistem File Linux dan Windows

CGNAT ( Carrier Grade NAT)

Ask Gemini - Youtube

File Inti Web PHP